Guru Wajib Baca: 2 Kabar Gembira Dari Kemendikbud Soal Sertifikasi

- Senin, 23 Januari 2023 | 11:44 WIB
Guru Wajib Baca: 2 Kabar Gembira Dari Kemendikbud Soal Sertifikasi. Foto: Pengukuhuan Guru yang lolos PPG asal Kabupaten Malaka (YGS)
Guru Wajib Baca: 2 Kabar Gembira Dari Kemendikbud Soal Sertifikasi. Foto: Pengukuhuan Guru yang lolos PPG asal Kabupaten Malaka (YGS)

Hits IDN -- Beberapa waktu belakangan, beredar selentingan kabar angin yang cukup meresahkan para guru, terutama guru yang sudah menerima tunjangan profesi alias sertifikasi.

Selentingan kabar burung tersebut, bahwasanya tunjangan profesi guru (TPG), alias sertifikasi guru akan dihapus per tahun 2023.

Namun kabar burung tersebut dibantah oleh Kemendikbud, sebagai induk semang guru Indonesia. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga membantah hal ini. Maka dapat dipastikan, bahwa kabar penghapusan sertifikasi tersebut hoax.

Baca Juga: Anak Gunung Krakatau 8 Kali Erupsi Senin Pagi 23 Januari 2023

Malahan, Kemendikbud sedang mempersiapkan skema baru pembayaran tunjangan profesi guru atau tunjangan sertifikasi.

Jika selama ini pembayaran tunjangan tersebut melalui transfer kas daerah, maka Kemendikbud sedang merancang agar pembayaran sertifikasi langsung ke rekening guru penerima.

Kabar ini, tentu menjadi kabar gembira bagi guru penerima tunjangan sertifikasi ini. Betapa tidak, guru penerima bakal menerima gaji sebesar hampir 2 kali lipat dari biasanya setiap bulan. Pasalnya, tunjangan sertifikasi sebesar 100 persen gaji pokok.

Baca Juga: Menang Di La Liga Hari ini, Barcelona Dan Real Madrid Kejar-Kejaran Di Puncak Klasemen

Kabar gembira lain soal tunjangan sertifikasi guru ditujukan kepada guru yang belum atau Non Sertifikasi.

Kemendikbud rupanya menaruh perhatian pada guru yang sudah lama mengabi namun belum mendapat tunjangan sertifikasi guru.

Permendikbudristek No 54, Tahun 2022 sudah mengatur kriteria penentuan guru lolos Pendidikan Profesi Guru (PPG), dengan mengutamakan masa kerja yang paling lama; usia paling tinggi; satuan pendidikan yang berasal dari daerah khusus; dan perolehan nilai hasil seleksi paling tinggi.

Baca Juga: Kuat Dugaan, Ini Penyebab Aspal 2 Ruas Jalan Di Malaka Rusak Setelah Sebulan Dikerjakan

Sedangkan cara memperoleh sertifikat pendidik bagi guru dalam jabatan, harus memenuhi beberapa syarat, antara lain, berstatus sebagai Guru Dalam Jabatan dan masih aktif melaksanakan tugas sebagai Guru selama 3 (tiga) tahun
terakhir.

Syarat lain, guru harus memiliki kualifikasi akademik Sarjana  atau Diploma Empat; memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan; berusia paling tinggi 58 tahun pada tahun berkenaan; sehat jasmani dan rohani.

Halaman:

Editor: Yohanes Germanus Seran

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X