Terdapat Kertas Bertuliskan Berupa Protes Milik Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar

- Kamis, 8 Desember 2022 | 08:35 WIB
Terdapat Kertas Bertuliskan Berupa Protes Milik Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar (foto) (Dok Medsos)
Terdapat Kertas Bertuliskan Berupa Protes Milik Pelaku Bom Bunuh Diri di Astana Anyar (foto) (Dok Medsos)

Hits IDN - Terdapat kertas bertuliskan protes milik pelaku bom bunuh diri yang ditemukan di tempat kejadian perkara atau TKP di Markas Polsek Astana Anyar, bandung, Jawa Barat.

Kertas bertuliskan protes milik pelaku bom bunuh diri itu ditempelnya di depan motor miliknya, ditulisnya dengan huruf kapital.

Baca Juga: Baru Melahirkan dan Masih Terlilit Tali Pusar, Ibu ini Tega Buang Bayi di tempat Sampah, Terekam CCTV

Motor milik pelaku bom bunuh diri itu berwana biru dan menempelkan kertas bertuliskan protes persis di bagian bawah lampu motor bagian depan.

Pada motor warna biru itu juga terdapat helm warna hitam milik pelaku yang digantungnya atau disangkutkan pada stang kanan motor miliknya.

Baca Juga: Anggota Polri Korban Serangan Bom Astana Anyar Dimakamkan di Bandung

Adapun kertas bertuliskan protes milik pelaku bom bunuh diri itu ditempelkan persis di bagian depan sehingga plat motornya tertutupi.

Lantas protes seperti apa yang terdapat pada kertas warna putih itu oleh pelaku bom bunuh diri ini?

Baca Juga: 11 Orang Korban Luka, 1 Anggota Polisi Meninggal Dunia, Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri Hancur Terpisah

Pelaku bom bunuh diri protes terhadap KUHP yang baru saja disahkan dan pelaku menyatakan dirinya perangi para penegak hukum.

"KUHP. Hukum. Syirik/kafir. Perangi para penegak hukum setan," demikian tulisan protes pelaku yang terdapat pada kertas yang ditulisnya dengan huruf kapital.

Baca Juga: Potongan Daging Mirip Kelamin Pelaku Bom Bunuh Diri Beredar Sosmed

Diketahui, dalam peristiwa tersebut, mengakibatkan pelaku bom bunuh diri meninggal di tempat dan terdapat 11 orang korban luka. 10 orang diantaranya merupakan Anggota Polri dan 1 orang masyarakat sipil.

Dari 10 Anggota Polri, 1 orang diantaranya kritis, hingga kemudian meninggal dunia usai 2 jam dirawat di Rumah Sakit Immanuel Bandung.

Halaman:

Editor: Robin Van

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X