Nelayan di NTT Diingatkan DKP Agar Tidak Masuk Perairan Australia

- Sabtu, 3 Desember 2022 | 06:35 WIB
Nelayan di NTT Diingatkan DKP Agar Tidak Masuk Perairan Australia (foto) (Dok Medsos)
Nelayan di NTT Diingatkan DKP Agar Tidak Masuk Perairan Australia (foto) (Dok Medsos)

Hits IDN - Para nelayan di Kabupaten Rote Ndao diingatkan agar hati-hati dan tidak masuk ke wilayah perairan Australia saat mencari ikan.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Mery Foenay di Rote Ndao.

Terhitung sejak 2019 hinggan November 2022, DKP NTT mencatatat sebanyak 21 nelayan asal Kabupaten Rote Ndao ditangkap oleh polisi perairan dari negara tetangga Australia.

Baca Juga: Telan Rp250 Juta, Saluran di Desa Angkaes Malaka Diduga Tidak Bermanfaat untuk Masyarakat

Menurut Mery, para nelayan asal Rote Ndao sempat ditahan di Australia karena menangkap ikan diluar antara Indonesia dan Australia.

Karena itu, DKP NTT mengingatkan agar para nelayan hati-hati menangkap ikan supaya tidak terjadi kedua kalinya.

Baca Juga: Prediksi Skor Ghana vs Uruguay: Balas dendam The Black Stars untuk Suarez

"Mereka ditangkap dan sempat ditahan karena menangkap ikan di perairan Australia, di luar dari kesepakatan antara Indonesia-Australia soal MoU Box," Mery Foenay di Rote Ndao, seperti dilansir Antara, Kamis, (01/12/2022).

Baca Juga: Ranperda APBD Belu TA 2023 Disepakatii Sesuai Mekanisme

Baca Juga: UMP NTT Resmi Ditetapkan, Ini Besarannya

Hal itu disampaikan di sela-sela kegiatan kampanye pencegahan penangkapan ikan secara ilegal lintas negara hari kedua bagi para nelayan di Kabupaten Rote Ndao, NTT yang digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI bersama Australian Fisheries Management Authority (AFMA).

Baca Juga: Begini Klarifikasi Pengurus Perguruan IKS soal Informasi Bentrok di Pasar Baru Belu

Mety Foenay menjelaskan bahwa 21 nelayan itu semuanya berasal dari Kabupaten Rote Ndao dan didominasi oleh nelayan-nelayan dari Desa Papela, Kecamatan Rote Timur.

Mery mengatakan bahwa pelanggaran yang dilakukan sehingga ditahan oleh Pemerintah Australia selain karena murni menangkap ikan hingga ke perairan Australia, namun karena kapal yang digunakan adalah kapal yang tidak tradisional.

Halaman:

Editor: Robin Van

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ssst! Ada Bocoran Tes CPNS 2023 Di Malaka

Rabu, 8 Februari 2023 | 08:04 WIB
X