• Sabtu, 23 September 2023

Kawin Tangkap Berkedok Budaya di Sumba, Tindakan Kriminal

- Senin, 11 September 2023 | 08:06 WIB
Kawin Tangkap Berkedok Budaya di Sumba, Tindakan Kriminal (ilustrasi foto kawin tangkap) dok (Galeri Sumba)
Kawin Tangkap Berkedok Budaya di Sumba, Tindakan Kriminal (ilustrasi foto kawin tangkap) dok (Galeri Sumba)

Hits IDN - Peristiwa kawin tangkap kembali terjadi di Sumba, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT.

Peristiwa ini terjadi baru-baru di Kabupaten SBD dan video yang beredar luas menjadi viral di media sosial.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) merespon dengan tegas atas kasus kawin tangkap berbalut budaya di Sumba.

Baca Juga: Jadwal Kapal Ferry di NTT HARI INI, Ada Rute Lewoleba Menuju Kalabahi

Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kementerian PPPA Ratna Susianawati mengatakan, kasus kawin tangkap tersebut tentu mencederai kebebasan kaum hawa di Sumba.

Baca Juga: Jadwal Kapal Ferry di NTT HARI SENIN, Ada KMP Lakaan dengan Rute Kupang Aimere Waingapu

Ia menilai kasus kawin tangkap di Sumba merupakan tindakan kriminal karena bentuknya penculikan terhadap seorang perempuan.

"Kawin tangkap merupakan bentuk penculikan dan kekerasan terhadap perempuan. Tentu ini dapat dikategorikan sebagai tindakan kriminal dan bukan bagian dari adat," katanya seperti diberitakan Antara, pada Sabtu, 09/09/2023.

Baca Juga: Pernyataan Tegas Kementerian PPPA Soal Kawin Tangkap Berkedok Budaya di Sumba: Kategori Tindakan Kriminal

Ratna Susianawati menegaskan bahwa kawin tangkap berbalut budaya di Sumba bukan bagian dari adat karena bentuknya kekerasan terhadap perempuan.

Ia mengatakan, kasus kawin tangkap tersebut berbalut budaya di Sumba itu sepatutnya dapat dihentikan demi melindungi kaum hawa dari bentuk tindakan kekerasan.

Baca Juga: Menkominfo Sebut Awak Media dan Selebriti Juga Bisa Jadi Duta Anti Judi Online

Ia juga berharap, agar pelaku kawin tangkap ini dapat diproses secara hukum karena bentuknya tindakan kriminal.

"Untuk itu kami mohon aparat penegak hukum untuk menindak tegas setiap praktik kawin tangkap. Jangan sampai alasan tradisi budaya dipakai hanya sebagai kedok untuk melecehkan perempuan dan anak," ujarnya.

Halaman:

Editor: Robin Van

Sumber: ANTARA, Galeri Sumba

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HARI INI! Jadwal Kapal Ferry di NTT 20 September 2023

Rabu, 20 September 2023 | 08:47 WIB
X